
Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama maju dan membela aksi militer negaranya ke Libya. Ia menyatakan, tujuan Amerika adalah mencegah pembantaian rakyat sipil.
Obama menyatakan, intervensi Amerika bertujuan mencegah pembantai terhadap rakyat sipil yang bisa menodai hati nurani dunia dan pengkhianatan terhadap jati diri manusia. Ia menyangkal sengaja mengincar Pemimpin Libya Muammar Khadafi dan memperingatkan, upaya menyingkirkannya dengan kekuatan militer akan berdampak besar.
Presiden AS ke-44 ini juga mengumumkan Pakta Perjanjian Atlantik Utara (NATO) akan mengambil alih komando operasi Libya yang oleh AS disebut sebagai Operation Odyssey Dawn tersebut. Obama telah menepati janjinya untuk menyerahkan kepemimpinan, meski tak memberitahu kapan konflik Libya ini akan usai.
Ia tak pernah mendeskripsikan aksi militer ke Libya sebagai perang dan tak memberitahu berapa besar biaya yang ditelan. Namun Obama memaparkan alasan ia menganggapnya sebagai kepantingan nasional AS dan sekutu. Menurutnya, intervensi militer telah menghentikan langkah Khadafi dan pembantaian yang dilakukan loyalisnya.
“Beberapa negara mungkin bisa menutup mata terhadap berapa eksentriknya negara lain. Amerika berbeda. Dan sebagai presidennya, saya tak mau menunggu melihat gambar-gambar pembantaian dan kuburan massal sebelum mengambil tindakan,” paparnya.