SANAA - Pihak keamanan Yaman menembak mati dua pengunjuk rasa yang melakukan protes di Kota Hudaydah. Hal ini menambah jumlah korban tewas dalam aksi protes menentang pemerintah terus bertambah.
Ribuan pengunjuk rasa tampak memenuhi jalanan kota Hudaydah, mereka memprotes tewasnya 17 warga yang melakukan protes anti-pemerintah beberapa waktu lalu yang terjadi di Taez.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (5/4/2011), unjuk rasa baru yang terjadi di Hudaydah ini menyebabkan dua orang pengunjuk rasa tewas dalam waktu semalaman.
Sebelumnya pihak keamanan melepaskan tembakan ke arah pengunjuk rasa di Taez hari Senin 4 April kemarin. Insiden ini menyebabkan 17 warga tewas, menyebabkan total jumlah korban tewas dalam protes menentang Pemerintah Presiden Ali Abdullah Saleh bertambah lebih dari 100 orang.
Saksi mata melihat langsung penembak jitu dari Polisi Yaman melepaskan tembakan ke arah pengunjuk rasa yang mendekati gedung Gubernur Taez.
Penembak jitu itu dikerahkan untuk menghalau aksi protes yang terus merebak di kota yang jaraknya sekira 100 kilometer dari Ibukota Yaman, Sanaa.
Kondisi di Yaman memang terus memanas hingga kini. Amerika Serikat (AS) memperingatkan bahwa pihaknya dapat mengambil keuntungan dari kevakukam kekuasaan yang terjadi di Yaman saat ini.