Selasa, April 5

FIFA Bebani Komite Normalisasi 3 Misi

JAKARTA - Agum Gumelar membenarkan bahwa dirinya telah ditunjuk Badan Sepakbola Dunia (FIFA) sebagai Ketua Komite Normalisasi untuk mengatasi kekisruhan di tubuh persepakbolaan Indonesia. FIFA, menurut Agum memberi tiga tugas pokok kepada KN. 

Agum menegaskan Komite Normalisasi beranggotakan tujuh orang. Yaitu Joko Driyono (CEO PT Liga Indonesia), Sukawi Sutarip (Ketu Pengprov Jawa Tengah), Siti Nurzanah (Arema Indonesia), Hadi Rudiatmo (Persis), Samsul Ashar (Persik Kediri), Satim Sofyan (Pengprov Banten), Dityo Pramono (Medan Bintang). 



Tiga tugas yang dibebankan FIFA kepada KN adalah menjalankan pemilihan ketua umum dan wakil ketua umum serta Exco PSSI. Dalam hal ini KN menjalankan fungsi Komite Pemilihan. “Pemilihan digelar sebelum 21 Mei,” kata Agum Gumelar saat dihubungi Okezone, Selasa (5/4/2011). 

Kedua, mengontrol liga di bawah PSSI termasuk mengontrol Liga Primer Indonesia (LPI) atau menghentikannya. Ketiga, KN menjalankan fungsi keseharian PSSI, sebagaimana mestinya termasuk melakukan pembinaan dan lainnya. 

Mengenai proses penunjukkannya sebagai Ketua KN, Ketua Umum PSSI periode 1999-2003 ini memaparkan, FIFA menghubunginya melalui Direktur Pengembangan asosiasi FIFA Thierry Regenass, dan surat penunjukannya baru diterima tadi malam melalui email yang ditandatangani Sekjen FIFA Jerome Valcke. 

“Seperti faith accomply yah. Tapi demi persepakbolaan nasional saya siap menjalankannya,” tutur Agum. 

“Saya ditelepon Thierry Regenass tadi malam, dia memberi tahu saya FIFA sudah melakukan sidang darurat terkait persepakbolaan Indonesia, keputusan itu menyatakan kepengurusan PSSI tidak kredibel oleh karena itu FIFA memutuskan membuat Komite Normalisasi. 

KN mulai besok akan menggunakan kantor PSSI sebagai pusat aktivitasnya. Dan rencananya, besok semua anggota akan melakukan pertemuan di kantor PSSI untuk mulai beraktivitas terutama mempersiapkan pemilihan.