Jumat, April 1

Membelot, Inggris Tak Beri Imunitas ke Menlu Libya


LONDON - Menteri Luar Negeri Libya yang membelot ke Inggris pada Rabu 30 Maret lalu, dipastikan tidak mendapatkan imunitas dari Pemerintah Inggris. Hal ini telah dipastikan oleh Menteri Luar Negeri Inggris William Hague.

"Mantan Menteri Luar Negeri Libya Mussa Kussa tiba di Inggris atas dasar keinginannya sendiri," ungkap Menlu William Hague seperti dikutip AFP, Jumat (1/4/2011).

"Mussa yang mantan Kepala Intelijen Libya dan sempat menjadi Duta Besar Libya untuk Inggris, tidak diberikan kekebalan hukum dari Pengadilan Internasional Inggris," lanjutnya.

Kussa datang ke London dengan ditemani putranya setelah terbang dari Tunisia. Selama di Tunisia, Kussa mengaku melakukan kunjungan pribadi bukan dalam kapasitasnya sebagai Menteri Luar Negeri Libya. 
Pemerintahan Khadafi sendiri menganggap enteng pembelotan Kussa, sambil menyebutkan Pemerintahan Libya tidak bergantung pada satu orang.

Hague juga memastikan, Kussa telah mengundurkan diri dari jabatannya dan saat ini pria berusia 59 tahun tersebut berada dalam tempat yang aman. 
Kussa juga tengah melakukan pembahasan dengan pihak Inggris tentang masa depannya. Pembelotan Kussa dinilai oleh banyak pihak sebagai bentuk sesungguhnya dari kondisi yang dialami Khadafi saat ini. 

"Pengunduran dirinya (Kussa) menunjukan kondisi rezim Khadafi saat ini yang makin menunjukan arah lebih condong kepada pihak oposisi. Rezim Khadafi saat ini mulai terpecah, diwarnai tekanan serta mengalami kerapuhan dari dalam," tutur Hague.
"Khadafi saat ini pasti bertanya-tanya, siapa lagi yang akan meninggalkan dirinya," cetus Hague.