Selasa, April 5

KP Terbang ke Surabaya

JAKARTA-Pihak Komite Pemilihan (KP) kongres PSSI Surabaya pada 29 April mendatang terus mematangkan persiapan. Mereka akan berkoordinasi dengan panitia lokasl dan meninjau lokasi kongres mulai hari ini.

"Besok sore (sore ini, red) kami akan berangkat. Ada beberapa agenda yang harus kami laksanakan dan semuanya sudah mengarah ke sisi teknis kongres," kata Sekretaris panitia pelaksana KP Eddi Elison, kemarin (4/4).

Agenda pertama yanga kan dilakukan oleh KP adalah melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo dan Walikota Surabaya Tri Rismaharani pada Rabu (6/4). Eddi menjelaskan bahwa langkah itu dilakukan untuk berpamitan kepada tuan rumah kongres.


Setelah itu, pihaknya akan langsung menggelar rapat dengan panitia lokal yang akan bertanggung jawab pada pelaksanaan kongres tersebut. Agenda paling uatama dalam rapat itu adalah untuk memastikan lokasi kongres.

Sampai saat ini, lanjut Eddi, pihak KP masih buta terkait tempat pelaksanaan kongres meskipun sudah ada tiga nama kandidat lokasi kongres yang sudah ada di tangannya. Tempat itu antara lain hotel JW Marriot, Shangri La, dan Bumi Surabaya. "Kalau namanya memang sudah terkenal. Cuma, kami tidak bisa begitu saja mengiyakan karena masih harus melakukan pengecekan-pengecekan ke lokasi itu," terangnya.

Menurutnya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh lokasi kongres, tidak berbeda jauh dengan  kongres-konres sebelumnya. Paling utama adalah ballroom atau arena kongres yang luas. Minimal, bisa menampung panitia kongres dan anggota PSSI pemilik suara sah yang berjumlah seratus 100 orang. Selain itu, masalah akses dan akomodasi juga menjadi perhitungan pihaknya. Sebab, dia memprediksi jumlah yang ada di lokasi kongres bisa menjadi dua kali lipat dari pemilik suara sah.

Nah, terkait perkembangan masa pencalonan, sampai saat ini pihak KP belum menerima surat pendaftaran calon ketua umum (ketum), wakil ketua umum (waketum), dan anggota Exco. Menangapi banyaknya banyak kabar yang beredar bahwa jumlah formulir pencalonan yang telah dikembalikan oleh pemilik suara ada sepuluh surat, dia membantahnya.

"Sampai saat ini, kami di panpel KP belum menerima pengembalian formulir pencalonan. Kami tidak tahu kalau itu mungkin sudah di pengprov masing-masing. Yang jelas sudah kami sebarkan ke pemilik suara di daerah dan kami belum menerima sama sekali," tegas Edi.

Sementara itu, PS Jakarta Timur, anggota Divisi I PSSI memaksa tetap mencalonkan GH Suteja sebagi wakil ketua umum dan anggota exco. Sebagai ketua klub, dia tahu klubnya tidak memiliki suara dalam kongres. Tapi, dia  ngotot untuk tetap dicalonkan karena merasa pantas. "Mereka yang tidak punya klub saja bisa menjadi pengurus, kok saya yang punya klub tidak bisa mencalonkan," tandasnya.