JAKARTA--MICOM: Kubu Arifin Panigoro-George Toisutta akan mengajukan protes ke Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) melalui pemerintah yang dalam hal ini diwakili Kementerian Pemuda dan Olahraga serta KONI.
Hal tersebut dilakukan terkait keputusan FIFA yang menolak pencalonan kembali 4 kandidat ketua umum PSSI periode 2011-2015 (Arifin, George, Nurdin Halid, dan Nirwan Bakrie) yang sudah ditolak pada 28 Februari 2011 lalu.
"Kami akan protes keputusan ini ke FIFA melalui pemerintah (Kemenpora) dan KONI. Kami akan terus perjuangkan Arifin dan George karena mereka sudah dicalonkan 78 pemegang hak suara di Kongres Pekanbaru," kata Ketua Tim Sukses George-Arifin Bob Hippy ketika dihubungi mediaindonesia.com, Selasa (5/4) pagi.
Hal tersebut dilakukan terkait keputusan FIFA yang menolak pencalonan kembali 4 kandidat ketua umum PSSI periode 2011-2015 (Arifin, George, Nurdin Halid, dan Nirwan Bakrie) yang sudah ditolak pada 28 Februari 2011 lalu.
"Kami akan protes keputusan ini ke FIFA melalui pemerintah (Kemenpora) dan KONI. Kami akan terus perjuangkan Arifin dan George karena mereka sudah dicalonkan 78 pemegang hak suara di Kongres Pekanbaru," kata Ketua Tim Sukses George-Arifin Bob Hippy ketika dihubungi mediaindonesia.com, Selasa (5/4) pagi.
Bob menilai FIFA tidak tahu permasalahan sebenarnya yang dialami persepakbolaan Indonesia. Hal ini terkait dengan pencapaian tim nasional Merah-Putih yang minim prestasi sehingga tidak terlalu digubris oleh FIFA.
"Jangan terlalu menggantungkan diri kepada keputusan FIFA karena mereka tidak tahu betul duduk permasalahan yang ada di sepak bola Indonesia," imbuh Bob.
Bob menyatakan tidak ada pihak yang diuntungkan dengan keluarnya keputusan FIFA tersebut. Pasalnya, keputusan ini menghabisi rezim Nurdin Halid-Nirwan Bakrie. Di lain pihak kubunya juga tidak berkutik karena ikut-ikutan dijatuhi sanksi.
Bob enggan memikirkan kemungkinan untuk mendaftarkan nama baru ke Komite Normalisasi yang ditunjuk FIFA untuk bertindak sebagai pelaksana harian di PSSI sekaligus komite pemilihan Ketum PSSI yang baru.
Ia mengaku siang ini akan langsung melakukan pertemuan dengan para pemegang hak suara yang sudah setuju dengan pencalonan George-Arifin untuk membahas protes atas keputusan FIFA tersebut.
"Kami akan langsung bertemu di Jakarta hari ini untuk membahas keputusan FIFA. Perjalanan masih panjang," pungkasnya.